Hati-hati Curhat Setelah Menikah

Pembelajaran yang agak sulit , yang saya hadapi setelah menikah adalah perihal menumpahkan isi hati alias curhat. 

Sedekat-dekatnya kita dengan pasangan, percayalah, tetap kita punya sesuatu yg ingin dibagi dengan orang selain dia. Apalagi jika ada unek-unek yang itu ditujukan untuknya.

Mau cerita ke teman, takut. Khawatir jadi buka aib pasangan. Mau cerita ke orangtua, wah, apalagi. Pasti ada masalah sedikit akan disikapi berlebihan. 

Lalu apa yang saya lakukan? 

Sejauh ini, saya masih mencoba belajar berdialog dengan diri sendiri. Menenangkan diri dengan berpikir mindful. Dengan menulis. Mencari Ibroh dari setiap kejadian. Atau kalau masalahnya udah kelewat genting, ngerasa nggak sanggup dipikirkan sendiri, cari orang yang kira-kira kapabel buat ngasih kita nasihat terbaik. Bukan sekedar 'curhat' tanpa solusi, apalagi memperburuk suasana. 

Dan juga yang utama, berdoa. Tumpahkan semua yang dirasa ke Allah SWT. Minta petunjuk. Minta kekuatan.

Berat memang. Susah. Rasanya gelisah. Pengen nangis yang kerassss. Dada sesak. Tapi ya disitu pembelajarannya. Kita harus mampu mengelola emosi. Berdamai dengan diri sendiri. Berdamai dengan ketentuan Allah.

Jadi, buat kamu yang belum menikah, atau lagi berproses menuju pernikahan, siap-siap ya. Jangan kaget. Semoga dengan disadari lebih awal, bakal lebih baik dalam menghadapi situasi yg sebenarnya nanti :)

Komentar

Postingan Populer